Mengabdi Negri Lewat Jalur Pendidikan dan Media
Home » , , , , , , , , , , , , » Menteri Pakistan Tawarkan Hadiah untuk Pembunuh Pembuat Film Anti-Islam

Menteri Pakistan Tawarkan Hadiah untuk Pembunuh Pembuat Film Anti-Islam

Minggu, 23 September 2012 16:29

Ghulam Ahmad Bilour
ISLAMABAD -  Menteri Urusan Kereta Api, Ghulam Ahmad Bilour, menawarkan hadiah uang sebesar US$100 ribu atau sekitar Rp954 juta kepada orang yang bisa membunuh pembuat film Innocence of Muslims.

Namun juru bicara Perdana Menteri Pakistan, Shafqat Jalil, mengatakan pemerintah Pakistan tidak terkait dengan seruan yang disampaikan Bilour tersebut.

Bilour sebelumnya juga mengecam keras produksi film tersebut.

"Saya telah meminta kepada negara-negera dan mengatakan: betul bahwa kebebasan berekspresi memang ada di sana tapi Anda harus memyusun aturan hukum yang mengatur warga yang menghina Nabi kami," kata Bilour.

"Saya akan membayar US$100 ribu bagi mereka yang membunuh pembuat film itu."

Dalam pernyataannya, dia juga meminta kepada Taliban dan Al Qaeda untuk ikut membantu membunuh pembuat film tersebut.

Namun pemerintah Pakistan segera mengeluarkan pernyataan untuk menjelaskan posisinya terkait dengan
ucapan Bilour.

"Dia bukan anggota partai berkuasa saat ini, PPP (Partai Rakyat Pakistan). Dia merupakan anggota salah satu partai koalisi pemerintah, ANP. Karena itu Perdana Menteri akan segera berbicara dengan Ketua ANP untuk memutuskan langkah selanjutnya," kata Shafqat Jalil

"Sejauh ini partainya belum memberikan tindakan terhadap Bilour tetapi mereka mengatakan dia akan tetap di berada di jabatannya saat ini."

Film yang diproduksi di AS tersebut telah memicu protes di berbagai negara yang memakan korban jiwa.

Dalam aksi protes yang berlangsung di Pakistan sepanjang pekan lalu setidaknya ada 20 orang yang tewas.

Aksi protes pada Jumat (21/9) terjadi dengan diiringi bentrokan antara warga dengan pihak keamanan Pakistan.

Laporan mencatat aksi protes dengan kekerasan yang cukup parah terjadi di Kota Karachi dan Peshawar.

Pemerintah AS telah mengambil langkah untuk meredakan ketegangan yang terjadi di sejumlah negara termasuk Pakistan akibat kemunculan film tersebut.

Presiden Barack Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton telah menyampaikan pesannya mengutuk pembuatan film itu lewat sejumlah tayangan iklan yang disiarkan oleh televisi Pakistan.

Namun Pemerintah AS juga telah menyampaikan himbauan bagi warganya untuk tidak berpergian ke Pakistan.

Dre@ming Post______

sumber : micom
Share this article :

What's time

Visitor Today

Twitter

Bimbingan Belajar

Computer Courses

  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    1 hari yang lalu

Topik Pilihan

Good News

Ada 6 Kunci Mencapai Lingkungan Pendidikan yang Ideal

Siswa DLC sedang mengikuti kursus English at DLC “ Leiden is Lijden” . Pemimpin itu menderita. Adalah sebuah pernyataan yang diungkapka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Yayasan Arjawa Bhakti Persadha - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen