Mengabdi Negri Lewat Jalur Pendidikan dan Media
Home » » Ini Kronologi Pembubaran Diskusi di Salihara

Ini Kronologi Pembubaran Diskusi di Salihara

Sabtu, 5 Mei 2012 | 15:59

Irshad Manji, warga negara Kanada, dievakuasi oleh Polisi
JAKARTA - Sejumlah lembaga swadaya masyarakat, seperti Komunitas Salihara, Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI) Jakarta, YLBHI, ELSAM, LBH Jakarta, Kontras, dan Jaringan Islam Independen, mengecam pembubaran paksa diskusi dan peluncuran buku yang berjudul Allah, Liberty and Love di Teater Salihara, Jakarta, Jumat (4/5/2012).

Diskusi ini dihadiri Irshad Manji. Pembubaran dilakukan polisi atas desakan massa yang mengaku berasal dari Front Pembela Islam.

Berikut ini adalah kronologi pembubaran paksa diskusi dan peluncuran buku tersebut. Kronologi ini disampaikan oleh gabungan LSM tersebut.

18.00: Petugas sekuriti Salihara mendapat SMS dari Intel Polsek Pasar Minggu yang meneruskan SMS permintaan penghentian paksa diskusi dengan Irshad Manji. Bunyi SMS-nya, "Mohon dihentikan santapan rohani dari Irshad Manji, tokoh lesbian dari Kanada, karena akan diserang oleh umat Islam."

Panitia menawarkan untuk mengundang perwakilan FPI menyampaikan aspirasi dan berdialog dengan Irshad Manji secara langsung. Salah seorang dari FPI mengatakan bahwa akan datang massa dari daerah lain sambil
menunjukkan SMS dari telepon genggamnya.

Emily Rees, seorang teman Irshad, diminta untuk digeledah tasnya oleh Kapolsek dan meneruskan kepada stafnya. Petugas memeriksa paspor Emily dan melihat beberapa foto yang diambil Emily.

18.30: Kapolsek Pasar Minggu Komisaris Adry Desas Puryanto, SH dengan jaket coklat dan tidak memakai seragam, datang ke Salihara bersama rombongan. Rombongan itu ditemui M Guntur Romli, Hening (panitia), dan petugas sekuriti Salihara. Tidak beberapa lama datang pula Panglima FPI Jakarta Selatan, Heri. Kemudian, datang salah seorang pengurus RT di Salihara, Khaeruddin. Mereka meminta acara digagalkan. Mereka meminta Irshad Manji tidak bicara.

Pada mulanya mereka menganggap bahwa acara ini diselenggarakan oleh para waria. Ketika disampaikan bahwa acara tersebut adalah bedah buku, mereka lalu mengubah tuntutan bahwa tidak boleh menyelenggarakan acara untuk orang asing. Mereka juga meminta surat izin. Polisi meminta acara ditunda sampai surat-surat izin selesai.

19.26: Moderator membuka acara. Sambutan disampaikan Goenawan Mohamad. Lalu, Irshad Manji memulai paparan materi diskusi.

19.55: Kapolsek menginterupsi diskusi. Panitia mengajak peserta untuk tenang dan kembali berdiskusi.

19.57: Kapolsek menginterupsi dan memaksa untuk memberi pernyataan di hadapan peserta diskusi. Acara kemudian dihentikan dan memberikan kesempatan kepada Kapolsek bicara.

"Assalamualaikum, saya ini Kapolsek Pasar Minggu. Jadi, malam ini saya ingin menyampaikan informasi sehubungan dengan kegiatan hari ini. Pertama, saya dapat SMS dari warga setempat atas kegiatan ini bahwa warga setempat keberatan dengan acara ini, RT dan RW juga hadir. Kedua, keberatan atas acara ini, ormas-ormas ini juga.... (peserta diskusi memprotes keterangan polisi) ada FBR, Forkabi, FPI, ini keberatan juga. Dan terakhir setelah saya datang ke sini, ternyata kegiatan ini tidak ada izinnya, izin RT dan RW dan pihak kepolisian, karena narasumbernya dari orang asing. Kalau ada orang asing seharusnya ada izinnya dari Polda, Polres, dan Polsek. Itu izin normatifnya, UU No 2 Tahun 2002 Pasal 13 tentang tugas pokok ini. Dari tiga informasi ini, saya berhak mem-pending acara ini. Aturan normatif ini. Keberatan sudah ada. Apa saya tidak berhak? (peserta diskusi memprotes). Saya sudah mengamankan, mengarahkan panitia, karena narasumber orang asing (peserta diskusi protes). Saya sudah izin dengan panitia, tapi panitia tidak kooperatif dengan saya."

19.58: Pagar Salihara mulai dijebol oleh massa.

20.15: Kapolsek memberi waktu selama sepuluh menit, jika dalam waktu sepuluh menit acara tidak dibubarkan, maka ia akan meninggalkan lokasi. Acara diskusi pun diakhiri.

20.31: Massa mulai masuk ke dalam ruang diskusi karena peserta diskusi belum membubarkan diri. Kemudian, Kapolsek tetap meminta agar peserta diskusi membubarkan diri.

20.33: Mengikuti seruan Ulil Abshar Abdalla bahwa Irshad Manji sebagai tamu, maka sebagian peserta beramah-tamah dengan Irshad, dan sebagian lain duduk-duduk di sekitar ruang diskusi.

20.40: Karena masih ada diskusi informal, seorang polisi memerintahkan untuk membuka pagar Salihara. Kemudian, beberapa orang menggunakan helm masuk ke dalam ruangan diskusi dan diusir oleh petugas sekuriti Salihara. Peserta diskusi tidak mau membubarkan diri dan massa juga terus berkumpul di pelataran Salihara.

20.41: Massa masih berkumpul dan berteriak-teriak. Kapolsek didampingi beberapa polisi lain berteriak-teriak untuk membubarkan acara. Kemudian Irshad Manji naik ke lantai 3. Polisi pun mengusir peserta diskusi, "Pulang kalian semua!" dan peserta diskusi membantah seruan polisi. Polisi mengatakan, jika peserta tidak membubarkan diri, peserta akan diangkut ke kantor polisi. Namun, peserta menimpali, "Tidak takut!"

21.42: Ada kabar bahwa Irshad Manji akan pulang dengan dikawal polisi. Massa terus berteriak-teriak mengusir Irshad Manji dan menarik spanduk acara.

21.43: Rombongan polisi dipimpin Kapolsek dan seorang yang mengaku intel datang ke atas bertemu panitia dan meminta Irshad Manji keluar dari Salihara. Panitia mendapat info, Irshad bisa keluar dari pintu belakang. Polisi menginginkan Irshad keluar dari pintu depan. Panitia menolak karena ada saran dari polisi bahwa Irshad akan dibawa ke Polres.

21.40: Polisi dan panitia turun mengajak peserta untuk membubarkan diri. Peserta diskusi tidak mau membubarkan diri.

21.45: Rombongan polisi dipimpin oleh Kombes Imam Sugianto, MSi, Kapolres Jakarta Selatan, naik ke lantai 3 bertemu Nong, Robi tetap dengan usulannya ingin mengamankan Irshad. Panitia sudah menjelaskan ke Irshad, tetapi Irshad tidak mau meninggalkan Salihara selama peserta diskusi belum meninggalkan Salihara. Sebab, Irshad mau bergabung dengan peserta diskusi dan tidak meninggalkan diskusi.

21.46: Ulil bernegosiasi dengan Kapolres, dan terjadi kesepakatan, Irshad keluar didampingi dengan lawyer dan tidak ke kantor polisi, tetapi ke tempat yang ditentukan panitia dan polisi.

21.58: Irshad Manji setuju dan turun bersama Ulil dikawal polisi dan berhenti di bawah sesaat memberikan pernyataan dikawal ketat oleh polisi. Kemudian bergegas meninggalkan Salihara dikawal mobil polisi. Massa terus-menerus meneriakkan makian dan kata-kata kasar terhadap Irshad Manji.

sumber : kompas
Share this article :

What's time

Visitor Today

Twitter

Bimbingan Belajar

Computer Courses

Topik Pilihan

Good News

Ada 6 Kunci Mencapai Lingkungan Pendidikan yang Ideal

Siswa DLC sedang mengikuti kursus English at DLC “ Leiden is Lijden” . Pemimpin itu menderita. Adalah sebuah pernyataan yang diungkapka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Yayasan Arjawa Bhakti Persadha - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen