Mengabdi Negri Lewat Jalur Pendidikan dan Media
Home » » Rakyat Korut Kecam Presiden Korsel

Rakyat Korut Kecam Presiden Korsel

Sabtu, 21 April 2012 08:09

SEOUL - Puluhan ribu warga Korea Utara Jumat (20/4) melakukan rapat umum meneriakkan kebencian terhadap Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak dan menyerukan pembunuhan dia karena menghina dalam peringatan ulang tahun Korut.

Pasukan dan warga sipil memenuhi Taman Kim Il-Sung, berjanji akan "membersihkan kelompok Lee Mung-Bak, kata kantor berita resmi KCNA.

Massa berdemostrasi "mengecam dan menghujat kelompok seperti tikus Lee Myung-bak, yang kembali merusak martabat pemimpin tertinggi Korut".

Rapat umum yang disiarkan langsung televisi pemerintah, dilakukan sehari setelah Korut menuntut Korsel
memnita maaf atas penghinaan yang dilakukannya� atau menghadapi satu "perang suci".

Para pembicara menghina Lee sementara massa menanggapi dengan teriakan-teriakan� "Hantam kelompok tikus sampai mati!"

Seorang tentara mengemukan pada massa bahwa pasukan "bertekad akan menghukum tikus-tikus itu tanpa ampun dengan meriam-meriam dan senapan-senapan.

"Mari kita hancurkan Gedung Biru (kepresidenan) dan tempat asal provokasi-provokasi itu," katanya.

Korut menuduh Lee melakukan "pengkhianatan tinggi" karena melarang para warga Korsel Korsel melakukan kunjugan berkabung� setelah meninggalnya pemimpin Korut Kim Jong-Il� Desember lalu. Kim Jong-Il digantikan oleh putranya Kim Jong-Un, yang tetap mempertahankan sikap permusuhannya terhadap pemerintah Korsel itu.

Pekan ini Korut menuduh� Lee "menodai" perayaan massa� memperingati 100 tahun pada 15 April lahirnya presiden pendiri negara itu Kim Il-Sung.

Lee dalam satu pernyataan di Seoul mengatakan biaya US$850 juta yang dikeluarkan Korut untuk satu peluncuran roket dalam rangka memperingati ulang tahun itu dapat membeli� 2,5 ton jagung untuk rakyat negara itu.

Roket itu , yang menurut Pyongyang bertujuan untuk menempatkan satu satelit dalam orbit, hancur� sekitar dua menit setelah diluncurkan. Dewan Keamanan PBB mengecam keras operasi itu dan mengatakan pihaknya akan memperketat sanksi-sanksi yang ada terhadap negara itu.

Korut menegaskan peluncuran satelitnya tidak dilarang sesuai dengan resolusi-resolusi PBB dan tidak melanggar satu kesepakatan dengan Amerika Serikat yang diumumkan Februari lalu.

Berdasarkan perjanjian itu, Korut setuju menangguhkan pengayaan uranium dan memberlakukan moratorium� uji-coba nuklir dan rudal jarak jauh dengan imbalan bantuan 240.000 ton pangan .

Washington menangguhkan pengiriman pangan dan Pyongyang mengacam akan melakukan tindakan balasan� atas apa yang disebutnya sikap AS yang bermusuhan. Sejumlah pengamat yakin Korut akan melakukan satu uji coba senjata nuklr ketiga.

sumber : MICOM
Share this article :

What's time

Visitor Today

Twitter

Bimbingan Belajar

Computer Courses

Topik Pilihan

Good News

Ada 6 Kunci Mencapai Lingkungan Pendidikan yang Ideal

Siswa DLC sedang mengikuti kursus English at DLC “ Leiden is Lijden” . Pemimpin itu menderita. Adalah sebuah pernyataan yang diungkapka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Yayasan Arjawa Bhakti Persadha - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen