Mengabdi Negri Lewat Jalur Pendidikan dan Media
Home » » Gubernur Jamin Tak Ada Pengerahan Warga Dayak ke Pontianak

Gubernur Jamin Tak Ada Pengerahan Warga Dayak ke Pontianak

Sabtu, 17 Maret 2012 07:29

Mereka menuntut pembubaran Front Pembela Islam (FPI) di Kalbar
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Cornelis memastikan tidak akan ada pergerakan masyarakat Dayak yang berasal dari wilayah pedalaman Kalbar, terkait ketegangan yang sempat terjadi antara dua kelompok massa di Kota Pontianak pada Rabu (14/3/2012) dan Kamis (15/3/2012).

Penegasan tersebut disampaikan Cornelis ketika menggelar konferensi pers di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (16/3/2012).

Hadir di konferensi pers tersebut, Kapolda Kalbar Brigjen Pol Unggung Cahyono, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Erwin Hudawi Lubis, Kajati Kalbar Jasman Panjaitan, anggota DPR Carolin Margret Natasha, Wakil Gubernur Kalbar, dan para Panglima Komando Utama.

Pernyataan Cornelis untuk menyikapi ketegangan yang terjadi antara dua kelompok massa, pemuda dan
mahasiswa Dayak serta massa pro-FPI, Rabu dan Kamis kemarin.

Massa kedua pihak sempat turun ke jalan. Aparat keamanan bahkan sempat melepaskan beberapa kali tembakan peringatan untuk menghalau massa dan mencegah terjadinya bentrokan, seperti di Jl Pahlawan.

"Saya memang sempat mendengar bahwa ada sekian ribu warga dari pedalaman Kalbar hendak datang ke Pontianak dengan membawa senjata tajam dan berbagai jenis senjata lainya," kata Cornelis.

"Tapi, saya pastikan, hal tersebut tidak benar adanya, semuanya dalam kondisi aman sehingga masyarakat Pontianak tidak perlu khawatir," ujarnya.

Cornelis menjamin Kalbar aman. Untuk itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah sampai ketua RT, jangan ada yang menjadi provokator.

Cornelis juga membantah bahwa isu yang beredar, yang menyatakan dirinya dan Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya mengungsi terkait insiden itu.

"Isu yang beredar, Pendopo Gubernur dan Rumah Betang Panjang sudah dibakar, itu semua bohong," ujarnya.

Sementara Kapolda Brigjen Pol Unggung Cahyono menyatakan sudah memerintahkan Polres Kota Pontianak melakukan penyelidikan mengungkap siapa pelaku penganiayaan dalam insiden Rabu dan Kamis kemarin.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, meminta pelaku usaha di Kota Pontianak untuk tidak takut menjalankan usahanya terkait adanya kejadian keributan sekelompok massa.

Diberitakan sebelumnya, situasi di Kota Pontianak, Rabu dan Kamis kemarin sempat memanas.

Massa Front Pembela Islam (FPI) sempat bersitegang dengan mahasiwa Dayak di Jl KH Wahid Hasyim, Rabu (14/3/2012) sore, terkait pemasangan spanduk di depan Asrama Pangsuma.

Kemudian, pada Kamis (15/3/2012), massa dari kedua pihak kembali turun ke jalan di lokasi berbeda. Aparat keamanan bahkan sampai memblokade sejumlah ruas jalan agar kedua kelompok massa tidak sampai bertemu.

sumber : tribun
Share this article :

What's time

Visitor Today

Twitter

Bimbingan Belajar

Computer Courses

  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 hari yang lalu

Topik Pilihan

Good News

Ada 6 Kunci Mencapai Lingkungan Pendidikan yang Ideal

Siswa DLC sedang mengikuti kursus English at DLC “ Leiden is Lijden” . Pemimpin itu menderita. Adalah sebuah pernyataan yang diungkapka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Yayasan Arjawa Bhakti Persadha - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen