Mengabdi Negri Lewat Jalur Pendidikan dan Media
Home » » Setelah Terpilih Jadi Pendiam, Bambang Widjojanto Mulai Tinggalkan Kereta Api

Setelah Terpilih Jadi Pendiam, Bambang Widjojanto Mulai Tinggalkan Kereta Api

Sabtu, 7 Januari 2012 21:29

JAKARTA - Rosyid, tukang ojek langganan yang mengantar Bambang ke stasiun Depok, mengaku sedih kehilangan salah satu pelanggan setianya. Rosyid memang setia mengantarkan wakil ketua KPK itu menuju Stasiun Depok atau tempat lainnya.

"Terakhir, Senin (2/1/2012) lalu, saya antar Pak Bambang ke stasiun," kata Rosyid ketika ditemui di rumahnya, tidak begitu jauh dari kediaman Bambang.

Bapak dua anak itu tidak menyangka pelanggannya itu menggunakan plotokoler mulai pekan ini. Ia mengaku tidak pernah mendapatkan rencana protokoler dari Bambang sebelumnya. "Saat hari Selasa (3/1/2012), pagi-pagi saya keluarin motor saya, menunggu Pak Bambang, tapi ternyata ada mobil di depan rumahnya, terus keluar lelaki yang mengenalkan diri sebagai sopir Pak Bambang mulai sekarang," kata Rosyid yang mengaku sedang meriang.

Rosyid mendapatkan informasi sopir itu merupakan petugas kepolisian. Sang sopir berasal dari Bekasi yang juga sedang mencari rumah kontrakan di sekitar kediaman Bambang Widjojanto.

"Mungkin, kalau Pak Bambang tetap naik kereta, susah pengamanannya. Kan harus banyak pengawalnya. Tapi saya tetap mengantarkan anaknya kalau pergi sekolah atau les," imbuh Rosyid.

Rosyid menceritakan perilaku Bambang berubah saat namanya terpilih sebagai Ketua KPK. Bambang yang
dikenal sebagai sosok yang senang bercanda dan sering mengobrol menjadi lebih pendiam.

"Setelah terpilih jadi pendiam, biasanya suka becanda sama orang. Sekarang bicara seperlunya," kata Rosyid.

Pria yang menjadi tukang ojek lebih dari 10 tahun itu mengatakan di hari terakhir ia mengantarkan Bambang ke stasiun, tidak ada pembicaraan panjang di antara keduanya. Rosyid juga mengaku agak sunkan ketika menyodorkan kuitansi perbaikan atap masjid An-Nur. Bambang memang menjadi penyumbang terbesar masjid tersebut.

"Saya langsung kasih kuitansi itu, terus dia cuma jawab iya, sedikit sekali bicaranya," ujar Rosyid.

Karena penasaran dengan sikap Bambang, Rosyid pun menanyakan hal tersebut kepada anak Bambang, Bayuni Izzat Nabilah saat mengantar menuju les. "Abi (Bambang, sebutan nama ayah) tidak berubah, masih sering ngobrol om kalau di rumah," kata Rosyid menirukan ucapan
Izzat.

Rosyid akhirnya tidak berpikir negatif mengenai perubahan sikap pelanggannya itu. Ia menduga Bambang kini memiliki tanggung jawab besar sebagai pimpinan KPK. Bambang, kata Rosyid, juga sering pulang larut malam.

"Coba lihat, semua masyarakat menaruh harapan ke KPK. Sekarang kasusnya besar-besar dari Nunun (Nurbaetie) sampai Nazaruddin. Itu yang harus dituntaskan," tukas Rosyid.

sumber : tribun
Share this article :

What's time

Visitor Today

Twitter

Bimbingan Belajar

Computer Courses

Topik Pilihan

Good News

Ada 6 Kunci Mencapai Lingkungan Pendidikan yang Ideal

Siswa DLC sedang mengikuti kursus English at DLC “ Leiden is Lijden” . Pemimpin itu menderita. Adalah sebuah pernyataan yang diungkapka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Yayasan Arjawa Bhakti Persadha - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen