Mengabdi Negri Lewat Jalur Pendidikan dan Media
Home » » Sangkal Keterlibatan Istrinya, Nazaruddin Siap Beberkan Bukti

Sangkal Keterlibatan Istrinya, Nazaruddin Siap Beberkan Bukti

Rabu, 18 Januari 2012 | 13:39

JAKARTA - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, menyangkal keterlibatan istrinya, Neneng Sri Wahyuni, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pembangkit litsrik tenaga surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 2008.

Nazaruddin siap membeberkan bukti bahwa Neneng tidak ada kaitannya dengan kasus yang ditaksir merugikan negara Rp 2,9 miliar itu. "Saya juga ada bukti-bukti bahwa ini dan siapa yang menegosiasi proyek PLTS," kata Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (18/1/2012).

Bukti-bukti itu, katanya, akan diungkapkan Nazaruddin saat menjadi saksi di persidangan Timas Ginting, pejabat Kemennakertrans yang menjadi terdakwa kasus ini.

Menurut Nazaruddin, istrinya itu tidak pernah meminjam bendera PT Alfindo Nuratama, pelaksana proyek ini. Neneng, katanya, tidak juga masuk dalam struktur perusahaan tersebut dan tidak mengenal direktur PT
Alfindo, Arifin Ahmad.

"Terus bagaimana keterlibatannya? Kalau pinjam perusahaannya Anda misalnya, dirutnya, istri saya kenal dong. Ini kenal saja nggak, macam mana mau pinjam perusahaan?" kata Nazaruddin.

Mantan anggota DPR itu juga mengatakan bahwa Neneng tidak mengenal panitia, pimpinan proyek, ataupun pejabat-pejabat di Kemennakertrans. "Ke kantor Depnaker saja istri saya gak pernah," kata Nazaruddin.

Dalam dakwaan Timas Ginting, Neneng dan Nazaruddin yang berkantor di PT Anugerah Nusantara disebut menerima keuntungan Rp 2,2 miliar dari proyek pengadaan PLTS di Kemennakertrans.

PT Alfindo, perusahaan milik Arifin Ahmad yang menjadi rekanan proyek ini dipinjam benderanya oleh Marisi Martondang lalu dipergunakan Mindo Rosalina Manulang atas sepengetahuan Neneng dan Nazaruddin.

Kemudian dalam pelaksanaannya, PT Alfindo Nuratama menyubkontrakan pengerjaan proyek itu ke PT Sundaya Indonesia dengan nilai kontrak Rp 5,2 miliar. Nazaruddin, Neneng, Marisi Martondang, dan Mindo Rosalina Manulang, diduga terlibat dalam penyubkontrakan proyek senilai Rp 8,9 miliar tersebut.

Lalu, setelah mendapat pembayaran Rp 8 miliar, Neneng dan Nazaruddin yang berkantor di PT Anugerah Nusantara itu membayarkan Rp 5,2 miliar ke PT Sundayana Indonesia. Selisih nilai proyek dengan uang yang dibayarkan ke PT Sundayana Indonesia itu dianggap sebagai kerugian negara.

Nazaruddin juga mengatakan, istrinya tidak menjadi pimpinan di PT Anugerah Nusantara seperti yang disebutkan dalam dakwaan Timas. "Ini hanya cerita yang dibuat seolah-olah Yulianis bilang istri saya pimpinan Anugerah. Mulai Anugerah dibuka sampai sekarang tidak pernah istri saya masuk di akta," tuturnya.

sumber : kompas
Share this article :

What's time

Visitor Today

Twitter

Bimbingan Belajar

Computer Courses

Topik Pilihan

Good News

Ada 6 Kunci Mencapai Lingkungan Pendidikan yang Ideal

Siswa DLC sedang mengikuti kursus English at DLC “ Leiden is Lijden” . Pemimpin itu menderita. Adalah sebuah pernyataan yang diungkapka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Yayasan Arjawa Bhakti Persadha - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen