Mengabdi Negri Lewat Jalur Pendidikan dan Media
Home » » ABG Afghanistan Dikurung di Toilet Selama 5 Bulan oleh Keluarga Suaminya

ABG Afghanistan Dikurung di Toilet Selama 5 Bulan oleh Keluarga Suaminya

Rabu, 28/12/2011 14:29

ilustrasi
Kabul - Kepolisian Afghanistan telah menyelamatkan seorang remaja putri yang dipukuli dan dikurung di toilet selama lebih dari 5 bulan oleh keluarga suaminya. ABG berumur 15 tahun itu dikurung setelah menolak disuruh keluarga suaminya untuk menjadi pelacur.

Sahar Gul ditemukan polisi di ruang bawah tanah rumah suaminya di Provinsi Baghlan pada Senin, 26 Desember larut malam waktu setempat. Polisi bergerak setelah orangtua Gul melaporkan dirinya menghilang.

"Dia dipukuli, kuku-kukunya dicopot dan satu lengannya patah," kata kepala kepolisian distrik Fazel Rahman seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (28/12/2011).

Tiga wanita termasuk ibu mertua Gul telah ditangkap terkait kasus ini. Namun suami Gul telah kabur dan kini
sedang diburu polisi.

Kasus ini menekankan bagaimana kaum wanita terus menderita di Afghanistan di tengah terus mengalirnya bantuan internasional senilai miliaran dolar ke negeri itu selama satu dekade terakhir.

"Perempuan berumur 15 tahun itu dibawa ke rumah sakit dalam keadaan syok parah," kata kepala rumah sakit Pul-i-Khurmeri, Mohammad Wardak.

"Dia mengalami luka-luka di kedua kaki dan wajahnya dan kuku-kuku di tangan kirinya telah dicopot," ujar Wardak.

Gul dinikahkan dengan suaminya 7 bulan lalu di Provinsi Badakhshan. Dia kemudian dibawa ke Baghlan untuk tinggal bersama suaminya. Selama waktu itu, orangtua Gul tak bisa menghubungi anak mereka.

sumber : detik
Share this article :

What's time

Visitor Today

Twitter

Bimbingan Belajar

Computer Courses

  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    1 hari yang lalu

Topik Pilihan

Good News

Ada 6 Kunci Mencapai Lingkungan Pendidikan yang Ideal

Siswa DLC sedang mengikuti kursus English at DLC “ Leiden is Lijden” . Pemimpin itu menderita. Adalah sebuah pernyataan yang diungkapka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Yayasan Arjawa Bhakti Persadha - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen