Mengabdi Negri Lewat Jalur Pendidikan dan Media
Home » » Terbaring Sakit, Ditahan Polisi, Oh Arroyo! Riwayatmu Dulu, Nasibmu Kini

Terbaring Sakit, Ditahan Polisi, Oh Arroyo! Riwayatmu Dulu, Nasibmu Kini

Jumat, 18/11/2011 21:19

Oh Arroyo! Riwayatmu Dulu, Nasibmu Kini

Manila - Memprihatinkan! Mantan presiden Filipina Gloria Arroyo kini benar-benar tak berdaya. Setelah bergelimang harta dan kekuasaan selama 9 tahun menjadi presiden, kini Arroyo menjadi pesakitan. Bukan cuma sakit secara fisik namun wanita yang dulu pernah paling berkuasa di negaranya itu, kini juga harus berurusan dengan pengadilan.

Bahkan wajah Arroyo yang dulu berseri-seri kini diwarnai kemuraman. Selain karena faktor usia, penyakit yang diderita Arroyo pun tampaknya mempengaruhi penampilan wanita berumur 64 tahun itu.

Arroyo sebelumnya telah menjalani tiga operasi tulang belakang. Menurut dokter-dokter yang menangani Arroyo, dia juga menderita penyakit kelenjar paratiroid (kelenjar anak gondok).

Wajah muram Arroyo terlihat jelas saat berada di bandara Manila, Filipina pada Selasa, 15 November malam lalu. Saat itu dia dan keluarganya mencoba untuk pergi ke Singapura guna mengobati penyakit tulang yang
derita Arroyo.

Namun saat itu, seperti diberitakan kantor berita Reuters, Arroyo yang duduk di kursi roda dan mengenakan penjepit leher, batal pergi karena dihalang-halangi oleh petugas imigrasi atas perintah Menteri Kehakiman Filipina Leila de Lima. Pemerintah Filipina melarang Arroyo berobat ke luar negeri karena takut dia akan mencoba kabur.

Wajah Arroyo saat itu tanpa polesan riasan alias make up. Seakan terbeban oleh kasus hukum yang menderanya, wajah Arroyo pun terlihat muram. Berbeda sekali dengan wajah berseri-seri yang sering diperlihatkannya saat masih berjaya sebagai presiden 2001-2010.

Arroyo yang kini menjadi anggota Kongres, saat ini tengah dalam penyelidikan Departemen Kehakiman atas tuduhan korupsi dan kecurangan pemilu. Wanita itu bersikeras membantah tuduhan-tuduhan tersebut. Namun pengadilan Filipina hari ini telah mengeluarkan perintah penangkapan Arroyo atas dugaan kecurangan pemilu.

Kini dengan adanya perintah penangkapan yang dikeluarkan pengadilan hari ini, Arroyo yang tengah terbaring di rumah sakit Filipina, sewaktu-waktu bisa dijemput petugas untuk ditahan. Arroyo pun menjadi mantan presiden Filipina kedua yang diadili setelah pendahulunya Joseph Estrada divonis penjara seumur hidup atas kasus korupsi.

Ah, nasibmu kini Arroyo!

Terbaring Sakit, Arroyo Ditahan Polisi

Manila - Kepolisian Filipina bergerak cepat. Mantan presiden Gloria Arroyo yang tengah dirawat di rumah sakit Manila didatangi oleh polisi yang ditugaskan untuk menangkapnya. Ini terjadi setelah pengadilan Filipina mengeluarkan perintah penangkapan Arroyo atas kasus kecurangan pemilu tahun 2007.

Begitu mendatangi Arroyo di kamarnya, polisi langsung menyerahkan surat perintah penangkapan. Namun kepada para wartawan di rumah sakit, pejabat kepolisian Senior Superintendent James Bucayo mengatakan, Arroyo akan tetap berada di RS sampai dia cukup sehat untuk ditahan.

"Kami cuma menempatkan polisi yang berjaga di luar kamarnya," kata Bucayo seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (18/11/2011).

Perintah penangkapan Arroyo disambut pemerintah Filipina. "Bu Arroyo harus tetap berada di dalam negeri dan menghadapi tuduhan sabotase pemilihan," kata Menteri Kehakiman Leila de Lima kepada para wartawan di Manila.

"Kasus ini punya implikasi besar bukan cuma pada integritas sistem pemilihan kita, namun juga pada prinsip-prinsip demokrasi," imbuhnya.

"Adalah keinginan kami agar rakyat Filipina pada akhirnya mendapatkan keadilan yang sepatutnya mereka terima," tandasnya.

Selain kasus kecurangan saat pemilihan senat tahun 2007, Arroyo juga menghadapi berbagai tuduhan lainnya, termasuk korupsi. Arroyo yang kini berusia 64 tahun itu memimpin Filipina sejak 2001-2010 silam.



sumber : detik
Share this article :

What's time

Visitor Today

Twitter

Bimbingan Belajar

Computer Courses

Topik Pilihan

Good News

Ada 6 Kunci Mencapai Lingkungan Pendidikan yang Ideal

Siswa DLC sedang mengikuti kursus English at DLC “ Leiden is Lijden” . Pemimpin itu menderita. Adalah sebuah pernyataan yang diungkapka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Yayasan Arjawa Bhakti Persadha - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen