Mengabdi Negri Lewat Jalur Pendidikan dan Media
Home » » Pernyataan Obama-Sarkozy Bikin Malu Israel

Pernyataan Obama-Sarkozy Bikin Malu Israel

Rabu, 09 November 2011 15:29

TEL AVIV - Percakapan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dengan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, bocor ke publik. Dalam percakapan mereka, terlontar pernyataan ketidakpercayaan terhadap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Insiden ini pun membuat beberapa pejabat Israel malu dengan kenyataan tersebut.

Pada rapat G-20 di Paris, Prancis, percakapan pribadi antara Sarkozy dan Obama bocor karena microphone yang masih menyala. Sarkozy pun mengatakan pada Obama, dirinya tak dapat terus mendukung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

"Saya tidak dapat mendukung terus Netanyahu, dia adalah penipu," ujar Sarkozy seperti dilaporkan oleh Arret Sur Images kemari. Keluhan Sarkozy ini kemudian dibalas oleh Presiden Obama yang mengatakan,
"Kau bosan dengan dia (Netanyahu)? Saya harus berurusan dengannya setiap hari!".

Dan Israel, penulis Arret Sur Images yang membocorkan berita tersebut menegaskan, percakapan kedua kepala negara itu memang benar terdengar.

"Ini murni kesalahan dari panitia pertemuan G-20," ungkap Dan Israel seperti dikutip CNN, Rabu (9/11/2011). Versi Israel, beberapa jurnalis yang bertugas di pertemuan itu sepakat untuk tidak menyebarkan percakapan tersebut. Tetapi laporan itu justru meluas di kalangan jurnalis Prancis.

Arret Sur Images pun dianggap sebagai pihak yang menyebarkan berita itu untuk pertama kalinya. "Beberapa dari jurnalis Prancis memberikan saya kutipannya, tetapi lainnya hanya mengkonfirmasi kutipan tersebut," jelas Israel.

Pihak Kepresidenan Prancis pun tutup mulut atas kejadian ini. Sedangkan juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan, pihaknya tidak akan merespons laporan tersebut.

"Posisi Presiden (Obama) sudah jelas terkait masalah Palestina, perdamaian dengan Israel hanya bisa diselesaikan dengan negosiasi langsung," jelas Carney.

Komentar tajam justru dikeluarkan oleh anggota Parlemen Israel Einat Wilf. "Memang tidak menyenangkan mendengarnya. Tentunya, kami ingin mempunyai perdana menteri yang dicintai. Tetapi apa kata (filsuf) Machiavelli, lebih penting ditakuti daripada dicintai," tegas politisi yang partainya berkoalisi dengan Netanyahu," ujarnya.

Sedangkan pihak oposisi Israel memang kerap mempertanyakan kejujuran Netanyahu. Namun, bagi tokoh Partai Buruh Daniel Ben-Simon, dirinya benar-benar merasa malu karena dua sekutu utama Israel menganggap Netanyahu sebagai seorang pembohong.

"Bila para pemimpin sahabat kami menga takan bahwa peana menteri kami pembohong, apa yang dikatakan oleh para pemimpin dunia lain yang memang tidak dekat dengan Israel?" tutur Ben-Simon.

"Kalau dia (Netanyahu) berbohong kepada mereka (Obama dan Sarkozy), berarti Netanyahu juga berbohong kepada rakyat Israel," tutup Ben-Simon.

sumber : okezone
Share this article :

What's time

Visitor Today

Twitter

Bimbingan Belajar

Computer Courses

Topik Pilihan

Good News

Ada 6 Kunci Mencapai Lingkungan Pendidikan yang Ideal

Siswa DLC sedang mengikuti kursus English at DLC “ Leiden is Lijden” . Pemimpin itu menderita. Adalah sebuah pernyataan yang diungkapka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Yayasan Arjawa Bhakti Persadha - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen