Mengabdi Negri Lewat Jalur Pendidikan dan Media
Home » » Vladimir Putin Muak, Libya Janji Adili Pembunuh Khadafy

Vladimir Putin Muak, Libya Janji Adili Pembunuh Khadafy

Jumat, 28 Oktober 2011 | 13:49

BENGHAZI - Penguasa baru Libya mengatakan, Kamis (27/10/2011), mereka akan mengusut pembunuh mantan pemimpin Libya Moammar Khadafy menyusul kecaman internasional atas kematiannya.

"Berkenaan dengan Khadafy, kami tidak akan menunggu siapa pun untuk memberitahu kami," kata Abdel Hafiz Ghoga, wakil pemimpin Dewan Transisi Nasional (NTC) pada konferensi pers di Benghazi.

"Kami telah melakukan penyelidikan. Kami telah mengeluarkan kode etik dalam menangani tawanan perang. Ada beberapa pelanggaran oleh orang-orang, yang sungguh disayangkan menyebut dirinya sebagai revolusioner. Saya yakin itu aksi individual dan bukan aksi revolusioner atau tentara nasional," kata pejabat penting pemerintah sementara itu.

"Kami telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa suatu pelanggaran hak asasi manusia akan
diselidiki oleh NTC. Siapapun yang bertanggung jawab atas hal itu (pembunuhan Khadafy) akan diadili."

Ghoga, yang berbicara dalam bahasa Arab, Khadafy dan diterjemahkan oleh seorang penerjemah pemerintah, sedang menanggapi pertanyaan khusus mengenai kematian Khadafy dan kemungkinan penganiayaan Khadafy .

Pernyataannya itu dibuat ketika NATO mempertimbangkan kemungkinan peran baru di Libya menyusul kematian Khadafy yang kontroversial. Sementara Prancis mengatakan PBB akan mengadakan pemungutan suara, Kamis, untuk mengakhiri mandat aliansi itu untuk melakukan perang udara di Libya pada 31 Oktober.

PBB dengan suara bulat, Kamis, telah mengesahkan resolusi yang mengakhiri mandat NATO itu.

Kegelisahan global meningkat perihal bagaimana Khadafy menemui ajalnya di tangan tentara NTC, yang menangkapnya di luar sebuah gorong-gorong tempat ia bersembunyi menyusul serangan udara NATO.

Gambar video ponsel menunjukkan ia masih hidup pada waktu itu.

Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Rabu, telah menyampaikan rasa muaknya kepada media global atas liputannya mengenai kematian pemimpin terguling itu.

"Hampir seluruh keluarga Khadafy tewas. Jenazahnya ditayangkan semua saluran televisi dunia. Anda tidak dapat menyaksikan tanpa rasa muak," kata Putin sebagaimana dikutip oleh kantor-kantor berita.

"Buat apa itu?" kata Putin. "Mereka menunjukkan seorang pria berdarah, terluka, masih hidup tapi dipukuli hingga tewas. Dan mereka menaruh itu semuanya di layar."

sumber : kompas
Share this article :

What's time

Visitor Today

Twitter

Bimbingan Belajar

Computer Courses

Topik Pilihan

Good News

Ada 6 Kunci Mencapai Lingkungan Pendidikan yang Ideal

Siswa DLC sedang mengikuti kursus English at DLC “ Leiden is Lijden” . Pemimpin itu menderita. Adalah sebuah pernyataan yang diungkapka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Yayasan Arjawa Bhakti Persadha - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen