Mengabdi Negri Lewat Jalur Pendidikan dan Media
Home » » Kehabisan Dana, WikiLeaks Terancam Tutup

Kehabisan Dana, WikiLeaks Terancam Tutup

Selasa, 25 Oktober 2011 | 21:59

Julian Assange, pendiri WikiLeaks, mengatakan pada Senin (24/10/2011) bahwa situs web-nya terpaksa ditutup pada akhir tahun 2011 setelah mengalami 10 bulan diblokir dari lembaga keuangan Amerika Serikat.

Julian menyebut pemblokiran tersebut “Berbahaya, menindas, dan tidak demokratis”. Dalam jumpa pers, Julian mengatakan bahwa puluhan juta dolar telah dirampas dari organisasinya. Sejak akhir tahun 2010, lembaga keuangan Amerika Serikat seperti Visa, MasterCard, PayPal, Western Union, dan The Bank of America telah menolak utnuk mengizinkan sumbangan mengalir melalui sistem mereka. “Keputusan ini memblokir 95 persen pendapatan situs web WikiLeaks dan selama sepuluh bulan terakhir. Kami mengalami masalah operasional,” jelas Julian. Saat ini, Wikileaks menerima sumbangan kurang dari 10 ribu dolar AS per bulan.

Julian mengatakan bahwa WikiLeaks telah dipaksa untuk menghentikan pekerjaan mengolah puluhan ribu dokumen rahasia yang telah diterima. Selama ini, WikiLeaks menerima dan menerbitkan dokumen-dokumen rahasia dari whistle-blower dan leakers, lalu merilis dan meneruskannya ke sejumlah organisasi berita seperti The New York Times, Der Spiegel (sebuah majalah berita di Jerman), dan The Guardian (surat kabar
Inggris).

Ia mengadakan jumpa pers saat beristirahat dari tahanan rumah di perkebunan negara, 100 mil di luar London. Pada jumpa pers ini, ia mengatakan Wikileaks menjadi korban konspirasi lembaga keuangan Amerika Serikat dan pemerintahan sayap kanan.

Tahun ini, Wau Holland Foundation, sebuah organisasi yang telah beroperasi sebagai saluran untuk sumbangan WikiLeaks, mengeluarkan sebuah laporan yang menyatakan bahwa WikiLeaks mendapat sumbangan 1,8 juta dolar AS pada tahun 2010 dan hanya menghabiskan tidak lebih dari 550 ribu dolar AS, sehingga surplus diperkirakan berjumlah 1,3 juta dolar pada awal tahun 2011. Namun, perwakilan dari dari Wau Holland Foundation yang hadir bersama Julian dalam jumpa pers, tidak mau berkomentar ketika ditanya mengenai pernyataan yang pernah dikeluarkan organisasi ini.

Julian telah menuliskan dalam website WikiLeaks, agar para pembaca situs tersebut memberikan donasi bagi kelangsungan hidup organisasi yang dibangunnya, "Kami dipaksa untuk menghentikan sementara penerbitan kami. Selama hampir satu tahun kami telah melawan pemblokiran keuangan yang melanggar hukum."

Kita tidak bisa membiarkan perusahaan pembiayaan raksasa AS untuk menutup suara seluruh dunia dengan saku nya. Pertempuran kami mahal. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk melawan kembali. Silakan menyumbangkan sekarang.

Sebagai hasil dari "membongkar" kedutaan besar AS dari seluruh dunia, lima lembaga keuangan utama AS, Visa, MasterCard, PayPal, Western Union dan Bank of America, telah mencoba untuk "mencekik" ekonomi WikiLeaks. Pemblokiran itu telah memblokir lebih dari 95 persen dari sumber sumbangan kami, padahal Departemen Keuangan AS menemukan bahwa tidak ada alasan yang sah untuk menambahkan WikiLeaks di daftar hitam keuangan.

Julian sempat marah ketika seorang reporter menanyakan sebuah isu yang menyatakan dana yang selama ini telah masuk, dipakai Julian untuk proses hukum yang dijalaninya. Pasalnya, bulan lalu, sebuah penerbit Canongate, yang berbasis di Edinburgh, mempublikasikan buku biografi Julian Assange berdasarkan 50 jam wawancara. Buku karya Andrew O’ Hagan ini awalnya dimaksudkan untuk membuat sebuah memoar, tetapi Julian kemudian membatalkan kontrak bukunya, tanpa mau mengembalikan uang muka sebesar 650 ribu dolar AS.

sumber : kompas
Share this article :

What's time

Visitor Today

Twitter

Bimbingan Belajar

Computer Courses

  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 hari yang lalu

Topik Pilihan

Good News

Ada 6 Kunci Mencapai Lingkungan Pendidikan yang Ideal

Siswa DLC sedang mengikuti kursus English at DLC “ Leiden is Lijden” . Pemimpin itu menderita. Adalah sebuah pernyataan yang diungkapka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Yayasan Arjawa Bhakti Persadha - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen