Mengabdi Negri Lewat Jalur Pendidikan dan Media
Home » » Alasan Umrah, Patek Mau Hijrah ke Afganistan

Alasan Umrah, Patek Mau Hijrah ke Afganistan

Selasa, 11 Oktober 2011 | 18:09

JAKARTA - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman menyatakan, tersangka terorisme Umar Patek pernah mengajukan pembuatan paspor pada tahun 2009 ke Kantor Imigrasi Jakarta Timur.

Ketika mengajukan permohonan paspor yang kemudian terbit pada Juli 2009, menurut Sutarman, Selasa (11/10/2011), Umar Patek menggunakan nama Anis Alawi Jaffar, sedangkan istrinya, Asli Ruqayyahyang warga negara Filipina itu menggunakan nama Fatimah Zahra Anis. Adapun alasan yang digunakan ketika itu adalah umrah.

Akan tetapi, lanjut Sutarman, berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata Umar Patek ingin hijrah ke Afganistan melalui Pakistan.

Seperti diberitakan, polisi antiteror melakukan rekonstruksi pembuatan paspor tersangka terorisme Umar
Patek. Umar Patek diketahui membuat paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Timur.

Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Timur Yudi Kurniadi menyatakan, Densus melakukan rekonstruksi pembuatan paspor Umar Patek, Senin sore kemarin. Umar Patek dihadirkan dalam rekonstruksi itu.

Menurut Yudi, Umar Patek membuat paspor dengan nama lain, yaitu Anis Alawi Jaffar. Paspor dibuat tahun 2009. "Foto Umar Patek di paspor itu bersih dan terlihat muda. Tidak ada janggut," kata Yudi.

Dalam rekonstruksi itu, lanjut Yudi, polisi antiteror melihat prosedur pembuatan paspor yang dilakukan Umar Patek, seperti mengambil formulir dan pengambilan foto.

Umar Patek adalah tersangka teroris yang diduga terlibat dalam bom Bali I. Umar Patek sempat dikabarkan berada di Pakistan. Umar Patek kemudian ditangkap polisi Pakistan dan dideportasi ke Indonesia.

Kini, Umar Patek ditahan polisi antiteror dan ditahan di tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

sumber : kompas
Share this article :

What's time

Visitor Today

Twitter

Bimbingan Belajar

Computer Courses

Topik Pilihan

Good News

Ada 6 Kunci Mencapai Lingkungan Pendidikan yang Ideal

Siswa DLC sedang mengikuti kursus English at DLC “ Leiden is Lijden” . Pemimpin itu menderita. Adalah sebuah pernyataan yang diungkapka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Yayasan Arjawa Bhakti Persadha - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen