Mengabdi Negri Lewat Jalur Pendidikan dan Media
Home » » Teringat Akan Peringatan George Soros

Teringat Akan Peringatan George Soros

Senin, 8 Agustus 2011 | 15:29

George Soros adalah mantan spekulan, yang pernah menggoyang poundsterling Inggris tahun 1992 sekaligus mengantongi untung dari aksi spekulasi sebesar satu miliar dollar AS (forbes.com). Mungkin juga dia masih menjadi spekulan lewat perusahaannya, Quantum Fund. Namun, dia kini kadang dijuluki pula sebagai filantropis.

Jauh sebelum krisis keuangan di AS meledak tahun 2008, Soros sudah memperingatkan potensi ledakan ekonomi AS. Dia adalah juga salah satu pendiri Open Society Foundation (soros.org). Lembaga ini dicurigai turut terlibat dalam gerakan demokratisasi di Timur Tengah.

Soros sendiri memang belum lama ini pernah bertutur soal gerakan demokrasi di kawasan ini (georgesoros.com). Soros sudah memperingatkan sebelumnya, bahwa sektor keuangan dunia, terutama AS,
sarat dengan para pemain pasar yang tidak mengindahkan rambu-rambu keamanan perusahaan. Dia menegaskan bahwa postulat Adam Smith, pasar akan mengatur diri sendiri, tidak bisa diamini begitu saja.

Dia juga yang memperingatkan potensi letupan sektor keuangan, dengan potensi kerugian miliaran bahkan mungkin ratusan miliaran dollar AS. Intinya, dia sudah mencium aksi-aksi spekulatif dengan transaksi derivatif, yang pihak awam pasti dibuat pusing tujuh keliling.

Istilah "fraud" dan manipulasi di sektor keuangan yang marak, menjadi sumber keprihatinan Soros. Ini lepas dari dia sendiri pun pernah amat dibenci oleh mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Kemudian setelah krisis keuangan AS tahun 2008, Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke, mengatakan bahwa ada perusahaan raksasa AS yang bertindak sebagai hedge fund padahal bisnis ini bukan sebagai hedge fund, yang juga menjadi sasaran kecaman setelah krisis.

Inti pesan dari Soros adalah perlunya sektor keuangan memiliki paradigma baru, dengan aturan baru yang lebih ketat memantau gerak-gerik perusahaan yang bergerak di sektor keuangan. Ini juga dia tuangkan dalam bukunya The New Paradigm for Financial Markets: The Credit Crisis of 2008 and What It Means.

Sejauh ini, saran Soros soal itu belum bergaung. G-20 belum bersepakat soal perlunya kontrol terhadap aktivitas sektor keuangan ini. Namun yang jelas, hiruk pikuk ekonomi AS sekarang ini, salah satunya bersumber dari kegalauan di sektor keuangan AS, yang membuat AS harus mengucurkan dana talangan minimal 800 miliar dollar AS, termasuk ke AIG dan lainnya.


sumber : kompas
Share this article :

What's time

Visitor Today

Twitter

Bimbingan Belajar

Computer Courses

  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    1 hari yang lalu

Topik Pilihan

Good News

Ada 6 Kunci Mencapai Lingkungan Pendidikan yang Ideal

Siswa DLC sedang mengikuti kursus English at DLC “ Leiden is Lijden” . Pemimpin itu menderita. Adalah sebuah pernyataan yang diungkapka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Yayasan Arjawa Bhakti Persadha - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen