Mengabdi Negri Lewat Jalur Pendidikan dan Media
Home » » Surat Nazaruddin Mengandung Ancaman

Surat Nazaruddin Mengandung Ancaman

Selasa, 23 Agustus 2011 | 17:09

JAKARTA - Politisi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menilai ada yang tidak lazim perihal surat-menyurat yang terjadi antara M Nazaruddin, tersangka kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games 2011, dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu.

Menurut Bambang, surat yang ditulis oleh Nazaruddin mengandung ancaman sehingga Presiden Yudhoyono membalasnya dengan cepat.

"Dengan Presiden membalas suratnya, kita membaca, sebetulnya dalam kandungan surat yang berbalas pantun itu mengandung ancaman. Nazaruddin mengancam Presiden. Artinya, kalau Nazaruddin menyatakan tidak akan berbicara tentang kasusnya, berarti dia sebetulnya mempunyai niat untuk berbicara," ujar Bambang dalam diskusi bertajuk "Rekayasa Kasus Nazaruddin, Antasari, dan Bank Century"
di Rumah Perubahan, Duta Merlin, Jakarta, Selasa (23/8/2011).

Lebih lanjut, Bambang menuturkan, Komisi Pemberantasan Korupsi harus jeli melihat strategi-strategi yang dilancarkan Nazaruddin. Bambang menilai, surat yang ditulis mantan Bendahara Umum Partai Demokrat tersebut adalah salah satu manuver agar beberapa penegak hukum menjadi tidak fokus dalam mengusut tuntas kasus tersebut.

"Jadi kasus ini sebetulnya bukan persoalan yang sulit bagi KPK, jika mereka berani. Bukti-bukti sudah banyak, tinggal ditelusuri saja kebenaran dari nyanyian Nazaruddin itu. Apalagi, dulu Nazaruddin pernah mengatakan bahwa dia punya tanda terima setiap transaksinya dengan anggota DPR yang terlibat. Dan, PPATK juga harus bekerja sama dengan KPK dalam hal ini," kata Bambang.

Sementara itu, menurut pengamat politik dari Universitas Indonesia, Boni Hargens, surat Nazaruddin menunjukkan bahwa mantan politisi Partai Demokrat tersebut tahu banyak hal mengenai kasus korupsi di negeri ini. Ia menilai, Nazaruddin menulis surat tersebut karena memang ada intimidasi terhadap pribadi maupun keluarganya.

"Saya tidak melihat adanya negosiasi di dalamnya. Karena kalau menurut saya sendiri, dalam surat Nazaruddin itu sendiri mengatakan, apabila dia dan keluarganya dihabisi, dia pun dapat menghabisi beberapa orang yang terlibat dalam kasus-kasusnya," kata Boni.


sumber : kompas
Share this article :

What's time

Visitor Today

Twitter

Bimbingan Belajar

Computer Courses

  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 hari yang lalu

Topik Pilihan

Good News

Ada 6 Kunci Mencapai Lingkungan Pendidikan yang Ideal

Siswa DLC sedang mengikuti kursus English at DLC “ Leiden is Lijden” . Pemimpin itu menderita. Adalah sebuah pernyataan yang diungkapka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Yayasan Arjawa Bhakti Persadha - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen