Mengabdi Negri Lewat Jalur Pendidikan dan Media
Home » » Rehabilitasi Banyak Sumur Minyak, Korban Tewas Mencapai 50.000 Orang

Rehabilitasi Banyak Sumur Minyak, Korban Tewas Mencapai 50.000 Orang

Rabu, 31 Agustus 2011 | 07:29

Korban Tewas Mencapai 50.000 Orang

TRIPOLI - Sebanyak 50.000 orang diperkirakan telah tewas sejak dimulainya pergolakan di Libya untuk menggulingkan Moammar Khadafy enam bulan lalu, kata seorang komandan militer dari dewan yang berkuasa sementara di negara itu pada Selasa (30/8/2011). "Sekitar 50.000 orang tewas sejak dimulainya pergolakan," kata Kolonel Hisham Buhagiar, komandan tentara anti-Khadafy yang bergerak dari wilayah Pegunungan Barat dan mengambil alih Tripoli sepekan lalu kepada Reuters.

"Di Misrata dan Zlitan antara 15.000-17.000 orang tewas dan Jabel Nafusa (Pegunungan Barat) banyak korban berjatuhan. Kami membebaskan sekitar 28.000 tahanan. Kami perkirakan mereka yang hilang sudah
meninggal," tambahnya.

"Kemudian banyak orang juga tewas di Ajdabiyah, Brega," katanya menambahkan.

Menurut dia, angka-angka itu termasuk mereka yang tewas dalam pertempuran antara tentara Khadafy dan lawan-lawannya, dan mereka yang hilang selama lebih enam bulan.

Libya Bakal Rehabilitasi Banyak Sumur Minyak

TRIPOLI - Libya diperkirakan akan merehabilitasi banyak sumur minyak dalam beberapa hari ini. Kendati begitu, ekspor minyak mentah akan dimulai kembali secara bertahap, seorang pejabat senior Dewan Transisi Nasional mengatakan pada Selasa (30/8/2011).

"Dalam beberapa hari mendatang kami berharap banyak sumur minyak akan direhabilitasi," kata Tarhuni, yang menangani minyak dan keuangan untuk kelompok oposisi ini.

Ia mengatakan pada konferensi pers di ibu kota Libya bahwa ekspor minyak dan gas akan meningkat secara bertahap. Tarhuni pun telah meminta laporan penuh dari perusahaan negara National Oil Company (NOC) dengan perkiraan proyeksi untuk bulan-bulan mendatang.

Ketika ditanya apakah ia memperkirakan loyalis Moammar Khadafy yang tersisa akan melakukan sabotase ladang dan kilang minyak, ia mengatakan bahwa orang kuat itu sekarang buronan dan hanya ancaman kecil. "Kadhafy berada dalam pelarian sekarang dan sekarang kami memiliki ide yang baik di mana dia. Ancaman hadir tapi tidak terlalu berbahaya," katanya.

Tarhuni menolak untuk menguraikan tentang dugaan para pemimpin oposisi atas keberadaan Kadhafy. Tapi, ia menekankan bahwa mereka menolak setiap kehadiran militer asing untuk membantu dalam perlindungan fasilitas minyak Libya.

"Kami tidak tertarik, kami memiliki kebijakan, tidak ada keinginan mengundang pasukan internasional untuk melindungi setiap fasilitas minyak atau untuk meningkatkan keamanan," pungkas Tarhuni.



sumber : kompas
Share this article :

What's time

Visitor Today

Twitter

Bimbingan Belajar

Computer Courses

Topik Pilihan

Good News

Ada 6 Kunci Mencapai Lingkungan Pendidikan yang Ideal

Siswa DLC sedang mengikuti kursus English at DLC “ Leiden is Lijden” . Pemimpin itu menderita. Adalah sebuah pernyataan yang diungkapka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Yayasan Arjawa Bhakti Persadha - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen