Mengabdi Negri Lewat Jalur Pendidikan dan Media
Home » » Penangkap Dian dan Randy Adalah Lulusan Terbaik Akpol 2008

Penangkap Dian dan Randy Adalah Lulusan Terbaik Akpol 2008

Rabu, 06/07/2011 05:39 WIB

Jakarta - Salah satu penangkap Dian dan Randy, Dimas Ferry Anuraga ternyata lulusan terbaik Akademi Polisi (Akpol) tahun 2008. Atas prestasinya ini, Dimas mendapatkan penghargaan tertinggi berupa medali Adhi Makayasa.

Seperti dikutip dari situs resmi Kementrian Pertahanan, www.dephan.go.id, Dimas mendapat anugrah tertinggi ini bersama 3 lulusan terbaik lainnya, yaitu Adhi Taufik Arifiyanto (Akmil), Dimas Ferry Anuraga Mahmud Ridho Ardi (AAL), dan Ade Chrisanda (AAU).

"Tidak ada rekayasa, semua diberikan kesempatan yang sama, tetapi kalau bibit yang unggul, kalau SDM yang kualitasnya baik, pasti melalui proses
alam, pasti akan sampai kesana (karier tertinggi,red)," kata Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI, Mayor Jenderal (Mar) TNI Nono Sampono seperti dikutip detikcom dari dephan.go.id, Selasa, (5/7/201).

Sebelum masuk Akpol, Dimas menempa ilmu di SMA Taruna Nusantara. Adapun masa kecilnya di habiskan di Gresik Jawa Timur. "Yang tiga lulusan terbaik berasal dari lulusan SMA Taruna Nusantara (TN). Terus terang mereka selalu unggul, mereka selama di akademi ini cukup baik, artinya olah pendidikan di SMA itu baik," tambahnya.

Lantas, apa komentar sang ayah, Brigjen Pol Sigit Sudarmanto atas capaian terbaik Dimas?. Dalam situs resmi Polri, www.sespim.polri.go.id, Sigit mengaku sangat senang dan bangga, karena ada anaknya yang mengikuti jejak kariernya di kepolisian. Terlebih setelah yang bersangkutan lulus sebagai Adhi Makayasa.

"Terkait anak saya Ipda Dimas Feri Anuraga, yang bersangkutan sejak kecil memang berkeinginan untuk menjadi polisi dan menjadi Buser seperti kakeknya. Selaku orang tua saya berkewajiban untuk mempersiapkan dan mengarahkan, agar dia dapat meraih cita-citanya. Baik dari segi akademis, fisik, bahkan mental kepribadiannya. Setelah lulus dari SMA Taruna anak saya diterima sebagai taruna Akpol,” kata Sigit.

Namun, layakah Dimas mendapat anugrah Adhi Makayasa?. Saat memberikan keterangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sore ini, Dimas yang lulusan terbaik itu ternyata terbata-bata menjawab pertanyaan hakim dan kuasa hukum. Bahkan, runtutan penangkapanpun dia mengaku salah.

Saat persidangan, Dimas menyatakan penangkapan kedua tersangka itu berdasarkan laporan masyarakat pada 24 November 2010. "Laporan itu dibuat 24 November 2010," kata Dimas dalam persidangan itu.

Lantas, kuasa hukum terdakwa, Didit Wijoyanto mencecar Dimas. Didit menanyakan kapan surat tugas penangkapan diterima. "Kalau begitu kapan surat tugas diterima?" Tanya Didit.

Dimas kemudian menjawab dirinya menerima surat tugas itu pada 23 November 2010. "Saya terima pada 23 November 2010," katanya.

"Loh, katanya anda berdasarkan laporan masyarakat, tapi kok laporan dibuat setelah penangkapan? Jadi ditangkap dulu baru laporan, atau laporan dulu baru penangkapn?" cecar Didit.

Mendapat pertanyaan ini Dimas langsung diam. "Siap salah," jawab Dimas dengan lesu.

 
sumber : detik
Share this article :

What's time

Visitor Today

Twitter

Bimbingan Belajar

Computer Courses

Topik Pilihan

Good News

Ada 6 Kunci Mencapai Lingkungan Pendidikan yang Ideal

Siswa DLC sedang mengikuti kursus English at DLC “ Leiden is Lijden” . Pemimpin itu menderita. Adalah sebuah pernyataan yang diungkapka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Yayasan Arjawa Bhakti Persadha - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen