Mengabdi Negri Lewat Jalur Pendidikan dan Media
Home » » Khadafy Ancam Serang Eropa

Khadafy Ancam Serang Eropa

Sabtu, 2 Juli 2011 | 14:49 WIB


TRIPOLI - Moammar Khadafy, yang mengerahkan para pendukungnya di Libya yang tercabik perang, mengancam akan menyerang Eropa, demikian menurut sebuah pesan audio yang ditayangkan televisi pemerintah Libya, Jumat (1/7/2011).

"Anda salah, Anda terlibat dalam sebuah pertempuran yang Anda tidak tahu apa yang sedang dihadapi, maka mundur, dan larilah," kata Khadafy pada sebuah pertemuan kelompok pro-pemerintah di Tripoli, ibukota Libya. "Rakyat kami mampu dalam satu hari memindahkan pertempuran ke Laut Tengah, dan mampu memindahkan pertempuran ke Eropa."

Khadafy merujuk kepada NATO, yang mulai mengebom sasaran-sasaran militer Libya setelah Dewan Keamanan PBB menyetujui sebuah resolusi yang
mengesahkan penggunakan kekuatan  apapun yang diperlukan, kecuali invasi darat, demi melindungi warga sipil, pada Maret lalu. Ia bersumpah untuk membalas pemboman itu dengan mengatakan, militer Libya bisa "seperti belalang dan lebah" di Eropa. "Rumah dan kantor bisa menjadi target potensial," tegas Khadafy.

Ia juga mencela surat perintah penangkapan terhadap dirinya yang dikeluarkan Senin lalu oleh Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC). ICC yang berbasis di Den Haag, Belanda, telah mengeluarkan surat penangkapan bagi Khadafy, putranya Saif al-Islam, dan Kepala Dinas Intelijen, Abdullah as-Senussi, atas tuduhan kehatan terhadap kemanusiaan.

Ketika menanggapi ancaman Khadafy itu, di Washington, jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner, mengatakan, AS menganggap serius pernyataan pemimpin Libya tersebut. "Tentu ia merupakan individu yang jelas-jelas mampu melakukan jenis ancaman semacam itu," kata Toner kepada wartawan. "Itu yang membuat dia begitu berbahaya. Tapi dia juga seseorang yang memberikan retorika yang berlebihan." Toner mengatakan, AS akan terus mendukung misi NATO untuk meningkatkan tekanan agar Khadafy tersingkir.

Sementara itu, seorang juru bicara militer pihak oposisi Libya di Misrata, Kamis malam, mengatakan, pemerintah Perancis tengah dalam pembicaraan dengan oposisi Libya terkait upaya untuk menyokong mereka dengan senjata dan amunisi. Pemerintah Perancis belum membenarkan klaim tersebut. Namun awal pekan ini, militer Perancis mengakui telah memberikan persenjataan ringan bagi para pemberontak Libya.



Dre@ming Post______
sumber : kompas
Share this article :

What's time

Visitor Today

Twitter

Bimbingan Belajar

Computer Courses

  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 hari yang lalu

Topik Pilihan

Good News

Ada 6 Kunci Mencapai Lingkungan Pendidikan yang Ideal

Siswa DLC sedang mengikuti kursus English at DLC “ Leiden is Lijden” . Pemimpin itu menderita. Adalah sebuah pernyataan yang diungkapka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Yayasan Arjawa Bhakti Persadha - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen